Pembinaan Jiwa Korsa Pegawai

PEMBINAAN JIWA KORSA PEGAWAI
BALAI ARKEOLOGI SUMATERA SELATAN 2017
PULAU BANGKA, PARAI BEACH HOTEL, 10-12 FEBRUARI 2017

Pelaksanaan pembinaan jiwa korsa pegawai Balai Arkeologi Palembang pada tahun 2017 diadakan dengan menyelanggarakan kegiatan outbound di Parai Beach Hotel, Kepulauan Bangka-Belitung. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengusung tema Kebersamaan, Loyalitas, dan Pantang Menyerah. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan dan menguatkan kembali rasa kebersamaan di kalangan pegawai. Dengan demikian, diharapkan akan tumbuh rasa kecintaan dan memiliki terhadap instansi disertai dengan tanggung jawab. Tanggung jawab yang dimaksud adalah tanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan kepada masing-masing pegawai.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, instansi Balai Arkeologi Sumatera Selatan menggunakan jasa provider outbound yang bernama ZORO (Zona Representatif Outbound). Provider ini terdapat di Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di Kota Pangkal Pinang. Peserta dari kegiatan ini adalah seluruh pegawai Balai Arkeologi Sumatera Selatan yang berjumlah 28 peserta. Seluruh peserta berangkat dari Bandara Sultan Mahmud Baddaruddin dengan penerbangan pukul 07.45 WIB, dan tiba di Bandara Depati Amir pukul 08.20 WIB. Peserta dijemput dengan menggunakan bus ukuran 30 tempat duduk oleh provider outbound. Kegiatan pada hari pertama diisi dengan pengenalan terhadap objek sejarah dan wisata yang terdapat di Kota Pangkal Pinang dan Sungailiat. Objek sejarah yang dikunjungi antara lain: Museum Timah Bangka Indonesia, Taman Sari dan Rumah Residen A.J.N Engelenberg. Rumah Residen tersebut sekarang telah menjadi rumah dinas Walikota Pangkal Pinang. Sedangkan objek wisata yang dikunjungi adalah wisata pantai, yaitu Pantai Nirwana, Pantai tanjung Pesona, Pantai Parai, dan Puri Tri Agung.

Hari kedua diisi dengan kegiatan outbound. Kegiatan outbound ini disesuaikan dengan tema, yaitu Kebersamaan, Loyalitas, dan Pantang Menyerah. Untuk mendukung kegiatan ini, peserta outbound memakai seragam berupa kaos dengan logo tema tersebut, celana training, serta topi. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi dalam tiga tim yang bernama Burung Tua, Balonn Pecah, dan Topi Bulat. Berikut penjelasan tentang permainan dan makna dalam outbound tersebut:

I. ICE BREAKING BIG GROUP
Peserta disambut dengan tarian selamat dating beruppa senam Chiken Dance, supaya kekakuan dan kebekuan di detik – detik awal akan pecah dengan gerakan – gerakan yang unik dan lucu, sehingga tanpa sadar beberapa diantara peserta mulai berkomentar untuk memecah kebekuan saat pertemuan pertama, artinya setiap orang pada saat bertemu dengan orang yang tidak / belum dikenal cenderung menutup diri, namun setelah kenal barulah mulai mencari bahan pembicaraan.
Peserta yang sudah mulai membaur, namu satu atau dua orang belum focus pada kegiatan, maka segera dipancing dengan “game gajah – semut – ular dan cacing”, “bom number five, a ram sam – sam”,” senam jari, tari kecak”, dan sebagainya untuk menarik focus dan konsentrasi peserta. Agar peserta tidak terkesan digurui dan perintah, maka dibuat perumpamaan bagi yang berhasil menjalankan game akan mendapat ( reward ) berupa pujian, namun bagi yang salah maka akan mendapatkan ( punistment ) hukuman yang lucu membuat suasana tambah gembira, sehingga peserta tidak merasa disakiti baik fisik maupun psikisnya. Sebagian besar kegiatan ice breaking untuk menarik focus peserta sekaligus menyatukan peserta dalam situasi yang mereka inginkan tentunya, sebelum peserta digiring kepada permainan – permainan yang lebih menantang dan tersistem, dalam upaya membangun karakter tim dan kerjasama tim yang akan membawa mereka kepada tujuan kegiatan outbound itu sendiri.

II. GROUPING
Setiap manusia pasti dan pasti membutuhkan makhluk lain, terutama manusia lainnya. Karena manusia adalah makhluk social. Agar ini terwujud maka dibentuklah kelompok – kelompok /Tim dari sekian total jumlah peserta
Pembentukan Tim ( Grouping ) disiasati dengan game pula seperti lebah berdengung, setiap peserta diberi kertas dengan judul lagu yang tentunya mereka hapal dan tidak asing ditelinga mereka. Peserta diminta bersenandung dengan lagu yang mereka terima, jika peserta dibagi kedalam tiga tim maka disiapkan tiga judul lagu yang berbeda, maka ketika semua peserta mulai bersenandung maka suasana akan ramai bak “ Lebah Berdengung “. Peserta akan bersenandung sambaing mencari nada senandung yang sama bearti itu adalah kelompoknya. Dalam hal ini terkadang kita punya keinginan apa, namu yang kita dapatkan berbeda, sehingga sebagai makhluk yang bijak terkadang kita tidak punya pilihan dalam hidup selain harus menyesuaikan diri dengan apa yang kita terima saat ini.
Dalam permainan “ Lebah berdengung”, peserta tanpa sadar akan mebentuk kelompok sendiri, dan mereka tidak dapat memilih akan bertemu dan berkawan dengan siapa diadalam Timnya. Agar tim yang baru terbentuk menimbulkan rasa kebersamaan, maka diminta kepada peserta untuk membuat yel –yel dan nama kelompoknya sesuai keinginan bersama.

III. ICE BREAKING SMALL GROUP
Sebagai tim yang baru, setelah ada pemimpin, ada nama Tim, telah kompak dalam membuat yel-yel, maka tim tersebut diuji dalam beberapa tantangan baru berupa permainan “ Benar Salah dan Perang Bintang “ Dalam game ini jika salah satu saja personil yang keliru, maka semua Tim akan menanggung akibatnya, artinya jika telah berkelompok maka semua kegiatan untuk kepentingan Tim, jika salah artinya salah Tim, Risisko ditanggung bersama, kemanangan dinikmati bersama pula. Tantangan lain adalah“Menyusun puzzle”dan “Mengurai Benang Kusut” Dinamika kelompok akan mulai terasa di kegiatan ini. Tim yang lebih dulu menyelesaikan “ Puzzle”, maka berhak start lebih awal untuk menemukan pos – pos game yang sudah disiapkan oleh fasilisator.

IV. RACE GAME / COMPETITION GAME
Agar lebih rinci, maka akan kami uraikan satu persatu:
1. Loving Tower
Dalam Game ini peserta dihadapkan dengan tantangan, bahwa setiap orang, dan setiap kita mempunyai tanggungjawab, dan tanggungjawab tersebut tidak boleh dikerjakan oleh orang lain, namun orang lain boleh membantu agar bisa dan cepat diselesaikan.
Dalam game ini tim harus kompak, saling dukung dan membantu agar tujuan tim dapat dicapai, nilai – nilai dalam tim ini adalah:
a. Kekompakan dan kebersamaan
b. Kepercayaan kepada sesama kawan dan Tim.

2. Karpet Atraktif
Pada game ini peserta harus berpikir keras untuk menatur dan menyusun strategi tertentu agar tantangan yang dihadapi akan cepat dan mudah diselesaikan, sehingga tujuan Tim akan tercapai.

3. Transfer Air
Untuk Transfer air lebih kepada karakter Tim, masing – masing anggota mempunya harapan kepada Tim yang dimasukinya, namun setiap peserta diuji kesabarannya melalui kiriman – kiriman harapan yang disimbolkan dengan air – air yang ditransfer dari peserta paling belakang kepada peserta paling depan. Terkadang harapan tidak sesuai dengan hasilnya, namun apa boleh buat itulah Tim semua harus dapat memaklumi jika ada kelebihan dan kekurangan Tim.

4. Evakuasi Air
Pada Kegiatan Evakuasi air, tanggungjawab Tim harus dipikul dan dibawa bersama – sama yang disimbolkan melalui segelas air yang dibawa bersama dengan selembar kain. Jika gelas tersebut tumbang dan airnya tumpah, maka seluruh bertanggungjawab untuk kembali mengambil air yang baru secepat mungkin. Artinya kerja Tim lebih utama dari pada kerja sendiri –sendiri.

5. Labirin Bola
Pada kegiatan labirin bola, Tim dihadapkan kepada tantangan yang lebih kompleks, sebagai seorang pemimpin yang member komando kepada anggota Tim harus sabar dan mengenal karakter anggota Timnya, agar apa yang diinginkan pemimpin dapat terpenuhi, sehingga target kerja tim akan tercapai.

V. CLOSING GAME
Pada closing game, Seorang Pimpinan Perusahaan atau Pimpinan organisasi satuan kerja pada lembaga pemerintahan, dihadapkan kepada seluruh anggotanya yang tidak mengetahui keinginan utama yang ada pada keinginan pimpinan ( Yang disimbolkan dengan ditutupnya mata semua anggota organisasi / satuan kerja yang dipimpinnnya ). Fasilisator telah menyiapkan sebuah rute yang berliku dan melewati rintangan- rintangan sebagai symbol kehidupan ini bukan sebuah jalan yang lurus dan mulus, maka diperlukan seorang pemimpin yang pandai mengarahkan.
Setiap peserta memegan tali yang mengikat sebuah tongkat yang ujungnya disiapkan sebuah senjata tombak untuk menusuk kejantung sasaran kerja yang disimbokan sebuah balon yang dikelilingi banyak balon sebagai kamuflase. Jika balon utama dapat ditembus, maka secara otomatis bendera kemenangan akan berkibar penuh, menandakan tujuan akhir permaian atau kegiatan telah tercapai.

Hari terakhir diisi dengan kunjungan ke objek wisata pantai di sekitar Sungailiat dan kesempatan bagi seluruh peserta untuk membeli souvenir dan oleh-oleh. Setelah makan siang, seluruh peserta diantar ke Bandara Depati Amir untuk kembali ke Palembang dengan penerbangan pukul 13.20 WIB.